Satu Visi Putra (VISI) Gelar Private Placement, Bidik Rp119,99 Miliar

Hikma Lia

PT Satu Visi Putra Tbk dengan kode emiten VISI secara resmi bersiap melaksanakan aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui skema private placement. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan akan menerbitkan sebanyak 120,72 juta saham baru atau secara mendetail berjumlah 120.724.400 lembar saham biasa. Setiap lembar saham baru tersebut memiliki nilai nominal sebesar Rp 25 per saham dan ditawarkan dengan harga pelaksanaan yang ditetapkan sebesar Rp 994 per saham. Berdasarkan perhitungan harga dan jumlah saham baru yang diterbitkan tersebut, emiten berkode saham VISI ini berpotensi meraup tambahan dana segar hingga mencapai sekitar Rp 119,99 miliar sebelum dikurangi dengan perincian biaya emisi serta beban transaksi terkait lainnya.

Advertisements

Pengumuman resmi mengenai detail rencana pelaksanaan private placement ini disampaikan oleh pihak manajemen PT Satu Visi Putra Tbk melalui dokumen keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada Selasa, 20 Oktober 2026. Penetapan harga pelaksanaan sebesar Rp 994 per lembar saham dalam aksi korporasi ini telah ditentukan secara matang dengan mengacu pada ketentuan dan regulasi pencatatan saham yang berlaku di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyesuaian penetapan harga ini bertujuan agar seluruh tahapan penerbitan saham baru berjalan sesuai dengan aturan pasar modal yang berlaku di Indonesia.

Sebelum merealisasikan penerbitan saham baru tersebut, PT Satu Visi Putra Tbk telah memenuhi prosedur tata kelola perusahaan dengan mengantongi persetujuan dari para pemegang saham independen. Persetujuan formal tersebut berhasil diperoleh melalui penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPSI) yang telah dilaksanakan pada tanggal 30 September 2026. Adanya persetujuan dalam RUPSI tersebut memberikan legitimasi legal bagi manajemen perusahaan untuk melanjutkan seluruh rangkaian prosedur penerbitan dan pendaftaran saham baru di Bursa Efek Indonesia.

Advertisements

Dalam mekanisme penyerapan saham baru ini, sebanyak 120.724.400 lembar saham yang dikeluarkan oleh PT Satu Visi Putra Tbk akan diserap secara penuh oleh tiga entitas investor strategis. Ketiga entitas yang menjadi eksekutor dalam private placement ini adalah PT Harmoni Semesta Investama, PT Atlas Raya Abadi, dan PT Trinugraha Thohir Harmoni. Porsi saham baru terbesar diserap oleh PT Harmoni Semesta Investama yang mengambil bagian sebanyak 72.434.600 lembar saham. Di sisi lain, PT Atlas Raya Abadi dan PT Trinugraha Thohir Harmoni masing-masing menyerap saham baru dengan jumlah yang sama persis, yaitu masing-masing sebanyak 24.144.900 lembar saham biasa.

Mengenai hubungan kekerabatan atau keterikatan antar-entitas, manajemen menjelaskan status hubungan dari masing-masing investor yang terlibat dalam aksi korporasi ini. PT Harmoni Semesta Investama dikonfirmasi merupakan entitas yang memiliki hubungan afiliasi langsung dengan PT Satu Visi Putra Tbk. Sementara itu, dua investor lainnya yang turut menyerap porsi saham baru, yakni PT Atlas Raya Abadi serta PT Trinugraha Thohir Harmoni, dipastikan merupakan pihak luar yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan. Skema ini menunjukkan adanya perpaduan antara investasi pihak terafiliasi dan partisipasi dari investor non-afiliasi dalam memperkuat permodalan emiten.

Pelaksanaan aksi korporasi penerbitan saham baru ini membawa dampak langsung terhadap jumlah saham beredar dan modal ditempatkan serta disetor penuh PT Satu Visi Putra Tbk. Sebelum dilaksanakannya private placement, modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan tercatat sebanyak 3,075 miliar lembar saham. Setelah seluruh tahapan penerbitan dan penyaluran 120,72 juta saham baru selesai dilakukan, total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh oleh emiten VISI akan mengalami peningkatan secara otomatis menjadi 3,196 miliar lembar saham, atau tepatnya berjumlah 3.195.724.400 lembar saham.

Perubahan pada total saham beredar tersebut secara langsung mengubah peta serta proporsi kepemilikan saham di dalam emiten VISI. PT Harmoni Semesta Investama, yang mengeksekusi porsi saham terbanyak yakni 72,43 juta lembar, kini memegang total 1,974 miliar lembar saham VISI pasca-aksi korporasi. Meskipun secara jumlah lembar saham mengalami peningkatan, persentase kepemilikan PT Harmoni Semesta Investama sedikit mengalami penurunan secara matematis dari yang sebelumnya sebesar 61,84% menjadi 61,77% dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perusahaan.

Sebaliknya, dua investor non-afiliasi yang berpartisipasi dalam porsi penyerapan saham ini mencatatkan kenaikan persentase kepemilikan saham dalam perusahaan secara berimbang. Kepemilikan saham PT Atlas Raya Abadi tercatat mengalami peningkatan dari posisi awal sebesar 10,16% menjadi 10,53% setelah menyelesaikan transaksi penyerapan 24,14 juta saham baru. Dalam waktu yang bersamaan, PT Trinugraha Thohir Harmoni juga mencatatkan peningkatan porsi kepemilikan saham di emiten VISI, yaitu merangkak naik dari posisi sebelumnya sebesar 8% menjadi 8,45% setelah pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Di samping perubahan porsi kepemilikan para investor utama, masuknya lembar saham baru ke pasar modal juga berdampak pada kepemilikan saham publik atau masyarakat. Dengan bertambahnya jumlah total saham ditempatkan dan disetor penuh menjadi 3,196 miliar lembar, porsi saham yang dipegang oleh masyarakat mengalami penurunan persentase akibat efek dilusi. Porsi kepemilikan saham publik di PT Satu Visi Putra Tbk yang sebelumnya tercatat sebesar 19,99% kini terdilusi menjadi 19,24%. Perubahan proporsi ini merupakan konsekuensi logis dari penambahan jumlah saham beredar tanpa adanya hak bagi pemegang saham lama untuk mempertahankan rasio kepemilikannya.

Guna memberikan kepastian kepada publik dan investor, PT Satu Visi Putra Tbk juga telah menetapkan serta merilis jadwal rinci pelaksanaan rangkaian aksi korporasi ini. Berdasarkan jadwal resmi yang disampaikan manajemen, proses penerbitan saham baru serta distribusinya kepada ketiga investor penyerap akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2026. Tahapan berikutnya adalah pencatatan saham baru hasil private placement di Bursa Efek Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 29 Oktober 2026. Keseluruhan proses aksi korporasi penambahan modal ini akan diakhiri dengan penyampaian pengumuman resmi mengenai hasil akhir pelaksanaan private placement pada tanggal 30 Oktober 2026.

Langkah penambahan modal melalui skema private placement ini merefleksikan dinamika aksi korporasi yang terstruktur di pasar modal Indonesia. Melalui penerbitan 120,72 juta saham biasa bernilai nominal Rp 25 per saham dan harga eksekusi Rp 994 per saham, PT Satu Visi Putra Tbk mengamankan pendanaan sekitar Rp 119,99 miliar. Penyerapan saham oleh PT Harmoni Semesta Investama, PT Atlas Raya Abadi, dan PT Trinugraha Thohir Harmoni secara efektif memperluas basis permodalan emiten, mengubah struktur kepemilikan pemegang saham utama, serta memicu dilusi porsi publik menjadi 19,24% tepat sebelum saham baru secara resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Advertisements

Also Read

Tags