BANYU POS JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membenahi praktik saham gorengan yang dinilai menjadi salah satu pekerjaan rumah pasar modal Indonesia di tengah sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Dino menilai Indonesia tidak dapat berharap memperoleh penilaian lebih baik dari MSCI apabila praktik perdagangan saham yang menyimpang masih berlangsung.
“Dalam dunia saham kita, salah satu masalahnya adalah bagaimana menangani transaksi saham gorengan yang syarat dengan kepentingan politik atau intervensi terselubung dari pihak tertentu, dan ini tentunya adalah PR besar buat OJK yang juga dilematis,” ujar Wamenlu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dalam video singkat di laman Intagram pribadinya, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, pembenahan perlu dilakukan melalui evaluasi internal yang jujur terhadap persoalan yang memengaruhi transparansi dan kredibilitas pasar saham domestik. “Tidak bisa kita mengharapkan skor di MSCI naik sementara praktik yang menyimpang terus berjalan,” tegasnya.
Dino berpendapat, otoritas perlu memastikan apakah berbagai catatan mengenai distorsi perdagangan saham yang disampaikan MSCI memiliki dasar. Evaluasi tersebut diperlukan agar pemerintah dan regulator dapat mengidentifikasi persoalan yang perlu dibenahi, alih-alih bersikap defensif terhadap penilaian lembaga penyedia indeks global itu.
Dia juga mengingatkan agar persoalan MSCI tidak direspons dengan konfrontasi maupun tuduhan konspirasi. Sebaliknya, Indonesia perlu menjadikan evaluasi tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki sistem pasar modal dari dalam.
“Kita sekarang berada dalam lubang dan kita harus fokus untuk keluar dari lubang, bukan menggali lubang lebih dalam,” tutur Dino.




