BANYU POS JAKARTA. Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (27/10/2026), di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan penantian investor terhadap hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
IHSG ditutup melemah 1,99% atau turun 106,96 poin ke level 5.266,13. Pelaku pasar juga mencermati risiko penurunan status pasar Indonesia yang kembali membayangi pergerakan indeks.
Praktisi pasar modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai pelemahan IHSG kemungkinan dipengaruhi oleh kembalinya tekanan pasar setelah sentimen pembelian kembali saham (buyback) emiten mencapai puncaknya pada pekan lalu.
“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren penurunan yang kuat (strong downtrend). IHSG bergerak dalam rentang support 5.184 dan resistance 5.300 pada perdagangan berikutnya,” tuturnya.
Upaya Diplomasi Timur Tengah Menguat, Harga Minyak Dunia Melandai
Di tengah tekanan tersebut, William merekomendasikan dua saham yang dapat dicermati investor, yakni PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target harga 1.500–1.550 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga 27.400–28.000.
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan IHSG masih sesuai dengan analisis sebelumnya. Menurutnya, depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta penantian hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan investor.
Dari sisi saham, Herditya menyoroti pergerakan saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil yang mendekati batas penurunan harga harian atau auto rejection bawah (ARB). Pada saat yang sama, mayoritas saham perbankan berkapitalisasi besar turut mengalami koreksi.
Wall Street: S&P 500 & Nasdaq Naik, Harga Minyak Turun Jelang Keputusan The Fed
“Untuk sepekan ini, kami memperkirakan pergerakan IHSG mulai terbatas dengan level support 5.185 dan resistance 5.563,” ujar Herditya kepada Kontan (27/10/2026).
Untuk rekomendasi saham, Herditya menyebut tiga emiten yang dapat dicermati investor, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada rentang harga 2.570–2.640, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) pada rentang 600–615, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) pada rentang 396–438.




