BANYU POS – , JAKARTA — Sejumlah saham seperti ASII, SMMA, hingga BSWD tercatat masuk dalam daftar 10 saham utama yang menjadi top leaders atau penggerak IHSG sepanjang Oktober 2026.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi saham dengan kontribusi positif terbesar terhadap IHSG sepanjang Oktober 2026. Harga saham ASII naik 4,35%, dari Rp4.600 menjadi Rp4.800 per saham, dan memberikan kontribusi sekitar +9,73 poin terhadap IHSG. Kapitalisasi pasar ASII pada akhir Oktober mencapai sekitar Rp195,54 triliun.
Posisi berikutnya ditempati PT Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA). Saham SMMA menguat 2,50%, dari Rp20.025 menjadi Rp20.525 per saham, dengan kontribusi sekitar +4,17 poin terhadap IHSG. Kapitalisasi pasar SMMA tercatat mencapai sekitar Rp130,7 triliun.
Selanjutnya, PT Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD) mencatat kenaikan harga sebesar 180,38%, dari Rp2.880 menjadi Rp8.075 per saham. Saham BSWD memberikan kontribusi sekitar +4,04 poin terhadap IHSG. Kapitalisasi pasar BSWD pada akhir periode tercatat sekitar Rp24,49 triliun.
Sementara itu, PT Apollo Global Interactive Tbk. (BOGA) tercatat mengalami penguatan 26,13%, dari Rp1.550 menjadi Rp1.955 per saham. Saham BOGA memberikan kontribusi sekitar +3 poin terhadap IHSG, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp7,65 triliun.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) juga masuk dalam jajaran emiten penggerak utama IHSG. Saham INTP naik 14,71%, dari Rp4.860 menjadi Rp5.575 per saham, dengan kontribusi positif sekitar +2,78 poin terhadap indeks. Kapitalisasi pasar INTP pada akhir Oktober mencapai sekitar Rp19,04 triliun.
Selain lima saham tersebut, PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE) juga mencatat kenaikan harga sebesar 242,19% dan memberikan kontribusi sekitar +2,27 poin terhadap IHSG. Kapitalisasi pasar BIKE tercatat sekitar Rp6,6 triliun.
Kemudian, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menguat 4,79%, dari Rp10.950 menjadi Rp11.475 per saham. Saham AADI memberikan kontribusi sekitar +2,06 poin terhadap IHSG. Kapitalisasi pasar AADI mencapai sekitar Rp84,10 triliun.
PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) juga masuk dalam daftar dengan kenaikan harga sebesar 20,31% dan kontribusi positif sekitar +1,76 poin terhadap IHSG. Kapitalisasi pasar AALI tercatat sekitar Rp18,28 triliun.
Sementara itu, PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO) mencatat kenaikan harga sebesar 146,91%, dari Rp810 menjadi Rp2.000 per saham. Saham TFCO memberikan kontribusi sekitar +1,71 poin terhadap IHSG. Kapitalisasi pasar TFCO mencapai sekitar Rp9,65 triliun.
Terakhir, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) melengkapi 10 besar saham dengan kontribusi positif terbesar terhadap IHSG. Saham PTBA naik 3,85%, dari Rp3.120 menjadi Rp3.240 per saham, dengan kontribusi sekitar +1,25 poin terhadap indeks. Kapitalisasi pasar PTBA pada akhir Oktober mencapai sekitar Rp36,52 triliun.
Berikut 10 saham top leaders IHSG Oktober 2026: IHSG Oktober 2026 Tertekan, Asing Catat Net Sell Rp15,37 Triliun
Berdasarkan data perdagangan BEI per 30 Oktober 2026, IHSG ditutup di level 5.057,05, turun 16,70% atau 1.014,09 poin dibandingkan posisi akhir September 2026 yang berada di level 6.071,14.
Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penyusutan dari sekitar Rp10.695,16 triliun pada akhir September menjadi Rp8.862,16 triliun pada akhir Oktober 2026.
Pergerakan IHSG menunjukkan tekanan sepanjang Oktober. Pada periode 1–2 Oktober 2026, IHSG terkoreksi 0,56% dibandingkan posisi akhir September dan ditutup di level 6.036,89.
IHSG kemudian berbalik menguat 0,94% pada periode 5–9 Oktober 2026 dan ditutup di level 6.093,76.
Namun, tekanan semakin dalam pada periode 12–16 Oktober 2026. IHSG anjlok 14,91% ke level 5.185,11. Indeks sempat mengalami pemulihan pada pekan berikutnya, 19–23 Oktober, dengan kenaikan 4,90% ke level 5.439,26.
Memasuki pekan terakhir perdagangan, 26–30 Oktober 2026, IHSG kembali terkoreksi 7,03% dan ditutup di level 5.057,05. Sejalan dengan pelemahan indeks, investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sepanjang Oktober 2026.
Berdasarkan IDX Weekly Statistics Report, investor asing membukukan net sell sebesar Rp2,45 triliun pada periode 5–9 Oktober 2026. Aksi jual berlanjut pada pekan berikutnya, 12–16 Oktober, dengan nilai mencapai Rp3,19 triliun.
Tekanan jual asing meningkat pada periode 19–23 Oktober 2026. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp6,67 triliun. Sementara itu, pada pekan terakhir, 26–30 Oktober 2026, aksi jual bersih investor asing mencapai sekitar Rp3,06 triliun.
Dengan demikian, akumulasi net sell investor asing selama empat pekan perdagangan tersebut mencapai sekitar Rp15,37 triliun.
Secara keseluruhan, tekanan IHSG sepanjang Oktober tercermin dari penurunan indeks sebesar 16,70% ke level 5.057,05 dan penyusutan kapitalisasi pasar BEI menjadi sekitar Rp8.862,16 triliun.
Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham tetap mencatatkan kontribusi positif terhadap pergerakan IHSG, dengan ASII, SMMA, dan BSWD menjadi tiga saham dengan kontribusi terbesar berdasarkan data perdagangan BEI.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




