Finance

Update – Wall Street lesu usai Iran tegaskan uranium tak akan dikirim ke luar negeri

Hikma Lia

BANYU POS - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street bergerak melemah pada perdagangan Kamis (21/5/2026) setelah harga minyak melonjak menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah. Baca Juga: Wall Street Dibuka Memerah Kamis (21/5), Harga Minyak Melonjak akibat Ketegangan Iran Melansir Reuters pukul 09.58 waktu setempat, indeks Dow Jones turun 24,51 poin atau 0,05% menjadi 49.987,34. Sementara itu, S&P 500 melemah...

Finance

Rupiah melemah ke Rp 17.667 Kamis (21/5), bagaimana nasib Jumat besok?

Hikma Lia

BANYU POS - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (21/5/2026) di tengah penguatan indeks dolar AS dan meningkatnya sentimen risk off global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 17.667 per dolar AS, melemah 13 poin atau 0,07% dibanding penutupan sebelumnya di Rp 17.654 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta...

Finance

Begini pergerakan saham big bank pada Kamis (21/5), sehari setelah kenaikan BI rate

Hikma Lia

BANYU POS - JAKARTA. Pengumuman naiknya suku bunga acuan (BI Rate) membuat volatilitas saham bank besar alias big banks semakin tinggi pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026), saham big banks selain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berada di zona merah. Keempat saham big bank sebenarnya dibuka menguat pada pagi hari, tapi lanjut melemah hingga penutupan bursa. Penurunan harga paling dalam terjadi...

Finance

Wall Street dibuka memerah Kamis (21/5), harga minyak melonjak akibat ketegangan Iran

Hikma Lia

BANYU POS - Bursa saham Amerika Serikat dibuka melemah pada perdagangan Kamis (21/5/2026) setelah harga minyak melonjak menyusul laporan Reuters terkait sikap terbaru Iran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Laporan tersebut menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan agar uranium Iran yang diperkaya mendekati tingkat senjata tidak dikirim ke luar negeri. Langkah itu dinilai memperkecil peluang tercapainya...

Finance

Naiknya BI rate berpotensi turunkan minat bank terbitkan surat utang

Hikma Lia

BANYU POS - JAKARTA. Minat bank untuk menerbitkan surat utang alias obligasi dikhawatirkan akan turun setelah naiknya suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai, kenaikan BI Rate ini berpotensi memperlambat pertumbuhan kredit, sehingga minat bank untuk mencari pendanaan lewat surat utang juga akan menurun. Terlebih, menurut Myrdal, pembiayaan surat utang akan menjadi lebih...