Bank Indonesia melonggarkan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) untuk mendorong penyaluran kredit, meski pertumbuhan kredit tetap bergantung pada kondisi ekonomi.
Dirut CDIA, Fransiskus Ruly Aryawan, borong 600.000 saham untuk investasi, mendukung ekspansi bisnis EBT dan logistik, termasuk proyek PLTS 11 MWp dan pembelian kapal.