Rencana Bank Indonesia menghentikan operasi moneter selama Lebaran berisiko memicu gejolak rupiah saat pasar buka kembali. Risiko utama berasal dari pasar global.
Saham sektor teknologi dan komoditas seperti emas dan batu bara diprediksi memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang di tengah konflik global, berbeda dengan saham migas yang reli-nya singkat.