BANYU POS JAKARTA. PT RMK Energy Tbk (RMKE), emiten penyedia jasa logistik dan penjualan batubara terintegrasi, sukses menutup tahun buku 2025 dengan capaian kinerja positif. Keberhasilan ini terutama ditopang oleh pemulihan signifikan pada kuartal keempat.
Sepanjang tahun 2025, RMKE berhasil membukukan pendapatan usaha impresif senilai Rp 2,2 triliun. Angka ini didukung kuat oleh pertumbuhan kinerja pada kuartal keempat yang melonjak 55,1% secara tahunan (Year on Year/YoY).
Kontribusi pendapatan tersebut didominasi oleh segmen penjualan batubara yang mencapai 62,2% dari total. Sementara itu, segmen jasa logistik batubara turut memberikan kontribusi substansial sebesar 37,8%, menunjukkan diversifikasi sumber pendapatan perusahaan.
Beri Pinjaman ke Anak Usaha, RMK Energy (RMKE) Siap Terbitkan Obligasi Rp 600 Miliar
Tidak hanya dari sisi pendapatan, RMKE juga membukukan laba bersih yang menggembirakan di tahun 2025, mencapai Rp 245,4 miliar. Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh kinerja solid pada kuartal keempat yang tumbuh 12,5% YoY, menyumbang Rp 107,2 miliar dari total laba.
Direktur RMK Energy, Vincent Saputra, menjelaskan bahwa kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025 sempat menghadapi tantangan. Kondisi pasar yang volatil akibat dinamika geopolitik global dan situasi domestik, khususnya pada semester I-2025, sempat memengaruhi capaian perseroan. Namun demikian, Vincent menekankan adanya perbaikan tren yang signifikan pada paruh kedua tahun lalu, khususnya di kuartal keempat.
“Kami melihat tren yang sangat membaik pada kinerja semester kedua tahun lalu, terutama pada kuartal keempat,” ujar Vincent dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Vincent juga menyoroti peningkatan tajam pada kinerja laba segmen jasa. Peningkatan pendapatan ini sebagian besar berasal dari area operasional hulu, berkat pengoperasian fasilitas baru berupa hauling road sejak tahun 2025. Fasilitas strategis ini memungkinkan RMKE membukukan pendapatan tambahan di area hulu, meskipun volume jasa di hilir, khususnya pada muatan tongkang, cenderung stabil.
RMK Energy (RMKE) Sisakan Dana Buyback Rp 190 Miliar, Saham Melejit
Melangkah ke tahun 2026, manajemen RMKE menyatakan optimismenya untuk kembali mencetak kinerja positif. Optimisme ini didasarkan pada strategi penguatan dua mesin pendapatan jasa, baik di area hulu maupun hilir, melalui penambahan tambang-tambang baru yang akan terhubung langsung dengan fasilitas hauling road milik perusahaan.
Vincent menambahkan, fokus utama perusahaan ke depan adalah meningkatkan volume jasa seiring dengan akuisisi klien-klien baru. Selain itu, RMKE juga berencana memperkuat penjualan batubara dengan memanfaatkan opsi pembelian dari tambang-tambang yang telah terintegrasi dengan jaringan hauling road perusahaan.
Untuk tahun buku 2026, RMKE telah menetapkan target ambisius, yaitu mencapai volume pengangkutan jasa batubara sebesar 12,7 juta ton dan volume penjualan batubara sebesar 3,6 juta ton. Target ini merefleksikan keyakinan perusahaan terhadap prospek pertumbuhan yang berkelanjutan.



