Trump tingkatkan serangan ke Iran, bidik jembatan hingga pembangkit listrik

Hikma Lia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmennya untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap infrastruktur Iran, secara spesifik menyasar jembatan dan pembangkit listrik. Pernyataan tegas ini disampaikan di tengah upaya puluhan negara lain untuk memulihkan stabilitas jalur distribusi energi global yang krusial melalui Selat Hormuz.

Advertisements

Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump mengklaim bahwa militer AS belum sepenuhnya mengerahkan kekuatan penuh untuk menghancurkan target di Iran. Penekanannya pada peningkatan intensitas serangan ke fasilitas strategis Iran mengindikasikan potensi eskalasi lebih lanjut. Konflik AS-Iran, yang kini telah berlangsung hampir lima pekan, telah memicu ketegangan yang mendalam di kawasan Timur Tengah dan mengguncang stabilitas pasar keuangan global.

Sebelumnya, Trump sempat mengunggah video yang memperlihatkan serangan udara terhadap sebuah jembatan baru yang vital, menghubungkan Teheran dengan Karaj. Infrastruktur yang seharusnya mulai beroperasi tahun ini tersebut dilaporkan media pemerintah Iran menewaskan delapan orang dan melukai 95 lainnya. Menanggapi insiden tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dengan tegas menyatakan, “Menyerang infrastruktur sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran menyerah,” seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (3/4).

Selain itu, laporan media Iran menyebutkan bahwa serangan drone pada Jumat (3/4) pagi telah menghantam gudang bantuan Bulan Sabit Merah di Choghadak, Provinsi Bushehr, mengakibatkan hancurnya dua kontainer logistik. Provinsi Bushehr sendiri merupakan kota pelabuhan utama yang juga menjadi lokasi fasilitas nuklir pertama Iran. Di sisi lain, citra satelit yang terekam awal pekan ini menunjukkan kepulan asap tebal dari pelabuhan di Qeshm, sebuah pulau strategis Iran yang terletak di Selat Hormuz.

Advertisements

Walau terus-menerus mendapat gempuran, Iran dan sekutunya menunjukkan sikap pantang menyerah dengan melancarkan serangan balasan di kawasan Teluk. Kuwait Petroleum Corporation melaporkan bahwa kilang Mina al-Ahmadi mereka terdampak serangan drone yang memicu kebakaran, meskipun beruntung tidak ada korban jiwa. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi juga mengklaim sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat tujuh drone dalam beberapa jam terakhir.

Pada perkembangan lain yang kontroversial, juru bicara markas pusat Khatam al-Anbiya Iran mengklaim bahwa sistem pertahanan udara Garda Revolusi telah berhasil menembak jatuh jet tempur F-35 milik AS di wilayah Iran tengah. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi atau bantahan dari pihak AS terkait insiden ini. Bulan lalu, militer AS hanya menyatakan bahwa salah satu pesawat F-35 mereka melakukan pendaratan darurat setelah menjalankan misi tempur di wilayah Iran, dengan pilot dilaporkan dalam kondisi stabil.

Advertisements

Also Read

Tags