
BANYU POS, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan kinerja kurang memuaskan, anjlok 0,99% ke level 7.026,78 dalam sepekan perdagangan yang berlangsung dari 30 Maret hingga 2 April 2026. Penurunan signifikan ini turut menyeret nilai kapitalisasi pasar yang ikut tergerus secara substansial.
Merujuk data mingguan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG menunjukkan koreksi kumulatif sebesar 70,27 poin. Angka ini jauh di bawah posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 7.097,05, menandakan sentimen negatif yang kuat di pasar saham.
Seiring dengan pelemahan indeks acuan tersebut, total kapitalisasi pasar turut mencatat penurunan sebesar 1,69%. Dari yang semula Rp12.516 triliun pada pekan sebelumnya, kini menyusut menjadi Rp12.305 triliun, mencerminkan hilangnya nilai aset di bursa.
Tidak hanya itu, aktivitas perdagangan juga tampak lesu. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mengalami koreksi tajam sebesar 36,69%. Jika pada periode 25–27 Maret 2026 RNTH masih bertengger di angka Rp23,32 triliun, pada pekan ini angka tersebut ambles drastis menjadi hanya Rp14,77 triliun.
Sejalan dengan penurunan nilai transaksi, rata-rata volume transaksi harian juga tidak luput dari koreksi. Terjadi penurunan mingguan sebesar 8,62%, dari 28,30 miliar lembar saham menjadi 25,86 miliar lembar saham per hari, mengindikasikan berkurangnya minat beli dan jual.
Peran investor asing dalam menekan IHSG juga tidak dapat diabaikan. Pada hari Kamis (2/4/2026), mereka membukukan nilai jual bersih sebesar Rp813,51 miliar. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, angka nilai jual bersih yang dicatatkan oleh investor asing bahkan telah menembus angka fantastis Rp33,83 triliun, memberikan tekanan berkelanjutan pada pasar saham domestik.
Baca Juga: BEI dan KSEI Rilis Mekanisme HSC, Ini Skema hingga Evaluasi Saham Terkonsentrasi
IDX COMPOSITE INDEX – TradingView
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




