SpaceX menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak mencuri perhatian investor di seluruh dunia. Perusahaan milik Elon Musk ini dinilai memiliki peluang pertumbuhan besar berkat bisnis peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink, hingga potensi ekspansi ke berbagai teknologi masa depan. Gak sedikit orang yang mulai bertanya-tanya apakah membeli saham SpaceX sekarang bisa menghasilkan cuan besar pada 2050.
Namun di sisi lain, banyak analis juga menilai valuasi sahamnya sudah terlalu mahal sehingga risikonya gak bisa diabaikan. Lantas, benarkah SpaceX masih layak dijadikan investasi jangka panjang? Berikut beberapa hal yang perlu kamu pahami sebelum memutuskan membeli sahamnya.
1. Saham SpaceX diperdagangkan dengan valuasi yang sangat tinggi
Saat melakukan penawaran saham perdana (IPO), SpaceX diperkirakan memiliki valuasi sekitar US$1,8 triliun atau sekitar Rp29.286 triliun (kurs sekitar Rp16.270 per dolar AS). Padahal, pendapatan perusahaan pada 2025 diperkirakan hanya mencapai US$19 miliar atau sekitar Rp309 triliun. Artinya, harga sahamnya diperdagangkan hampir 100 kali lipat dari penjualan tahunannya, sebuah angka yang tergolong sangat tinggi.
Valuasi tersebut menunjukkan bahwa investor saat ini bukan hanya membeli kinerja SpaceX hari ini, melainkan juga membayar ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnisnya selama puluhan tahun ke depan. Meskipun harga sahamnya sempat turun lebih dari 30 persen dari titik tertinggi, valuasinya masih dianggap mahal oleh sebagian analis. Karena itulah potensi kenaikan harga saham dalam jangka pendek dinilai gak sebesar perusahaan lain yang valuasinya masih lebih masuk akal.
2. Potensi cuan besar memang ada, tapi syaratnya gak gampang
Ada proyeksi yang memperkirakan investasi sebesar US$25.000 atau sekitar Rp406,75 juta saat ini dapat berkembang menjadi lebih dari US$100.000 atau sekitar Rp1,627 miliar pada 2050. Namun, skenario tersebut hanya bisa terjadi apabila pendapatan SpaceX mampu tumbuh sekitar 19 persen setiap tahun selama kurang lebih 25 tahun. Pertumbuhan setinggi itu tentu membutuhkan konsistensi yang luar biasa.
Agar target tersebut tercapai, nilai pasar SpaceX diperkirakan harus melonjak menjadi sekitar US$7 triliun atau sekitar Rp113.890 triliun pada 2050. Selain itu, perusahaan juga diperkirakan perlu menghasilkan penjualan tahunan sekitar US$1,5 triliun atau sekitar Rp24.405 triliun dengan asumsi rasio price-to-sales sebesar lima kali. Artinya, hampir seluruh strategi bisnis SpaceX harus berjalan sesuai rencana tanpa mengalami gangguan besar dalam waktu yang sangat panjang.
3. Skenario yang lebih realistis tetap terlihat menjanjikan
Selain skenario yang sangat optimistis, ada pula proyeksi yang lebih moderat. Dalam skenario ini, pendapatan SpaceX diperkirakan tumbuh sekitar 13 persen per tahun hingga 2050. Walaupun lebih rendah dibandingkan skenario sebelumnya, angka tersebut tetap tergolong sangat tinggi untuk ukuran perusahaan dengan skala sebesar SpaceX.
Jika asumsi itu terwujud, valuasi SpaceX diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$2 triliun atau sekitar Rp32.540 triliun pada 2050. Pendapatan tahunannya juga diproyeksikan mencapai sekitar US$400 miliar atau sekitar Rp6.508 triliun. Walaupun potensi keuntungan investasinya gak sebesar skenario paling optimistis, pertumbuhan tersebut tetap menunjukkan bahwa SpaceX masih memiliki peluang berkembang dalam jangka panjang.
4. Prospeknya cerah, tapi risikonya juga besar
Banyak investor optimistis terhadap SpaceX karena perusahaan ini memiliki bisnis yang sulit ditandingi. Selain memimpin industri peluncuran roket, SpaceX juga mengembangkan Starlink yang terus memperluas layanan internet satelit ke berbagai negara. Kombinasi bisnis tersebut membuat perusahaan ini dipandang memiliki peluang menjadi salah satu pemain teknologi terbesar di dunia pada masa depan.
Namun, ekspektasi yang terlalu tinggi juga menjadi sumber risiko. Jika pertumbuhan bisnis melambat, muncul pesaing baru, atau ada proyek besar yang gagal mencapai target, harga saham bisa mengalami tekanan yang cukup besar. Mengingat valuasi saat ini sudah mencerminkan banyak harapan masa depan, sedikit saja hasil yang berada di bawah ekspektasi dapat memengaruhi kepercayaan investor.
5. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli saham SpaceX?
Sebagian analis menilai SpaceX tetap merupakan perusahaan dengan prospek luar biasa dalam jangka panjang. Akan tetapi, valuasinya yang sangat mahal membuat sebagian besar potensi kesuksesan perusahaan dianggap sudah tercermin dalam harga saham saat ini. Karena alasan tersebut, beberapa analis memilih menunggu harga yang lebih menarik sebelum mulai membeli.
Menariknya, tim analis Motley Fool juga tidak memasukkan SpaceX ke dalam daftar 10 saham terbaik yang mereka rekomendasikan untuk dibeli saat ini. Menurut mereka, masih ada sejumlah perusahaan lain yang memiliki peluang memberikan imbal hasil lebih besar dengan valuasi yang lebih menarik. Pendapat tersebut bukan berarti SpaceX adalah investasi yang buruk, lho, melainkan menjadi pengingat bahwa perusahaan hebat belum tentu selalu menjadi saham terbaik jika dibeli pada harga yang terlalu tinggi.
SpaceX memiliki peluang besar untuk terus berkembang hingga 2050, terutama berkat inovasinya di industri antariksa dan layanan internet satelit. Meski begitu, harga sahamnya saat ini juga mencerminkan ekspektasi yang sangat tinggi sehingga potensi keuntungan besar tetap disertai risiko yang gak kecil.
Sebelum memutuskan berinvestasi, pastikan kamu gak hanya melihat potensi cuannya aja, ya, tapi juga memahami valuasi, prospek bisnis, serta tantangan yang mungkin dihadapi perusahaan di masa depan. Dengan begitu, keputusan investasimu bisa lebih matang dan sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang.
Elon Musk Pasang Target Fantastis untuk Masa Depan SpaceX Saham SpaceX-Tesla Anjlok, Elon Musk Kehilangan Status Triliuner Dunia Investasi Rp16 Juta di SpaceX Bisa Jadi Segini pada September 2026




