BANYU POS – , JAKARTA — Istana Kepresidenan menyatakan tengah memantau gejolak pasar saham Indonesia di tengah kekhawatiran investor terkait isu Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi memengaruhi status pasar modal Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan pemerintah masih mengamati perkembangan gejolak pasar, sementara tanggapan lebih lanjut akan disampaikan oleh otoritas terkait.
“Kita tunggu ya. Karena isu MSCI ini kan sudah sejak April lalu efeknya ke pasar. Jadi gejolak pasar kita sedang amati lagi,” kata Syahganda saat memberikan keterangan kepada Bisnis melalui pesan teks, Jumat (16/10/2026).
Syahganda juga menyampaikan bahwa tanggapan mengenai persoalan tersebut kemungkinan akan disampaikan oleh pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), maupun pihak terkait lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Syahganda dimintai tanggapan oleh Istana mengenai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. Permintaan komentar itu juga ditujukan untuk memperoleh pernyataan yang dapat meredam kekhawatiran investor.
Meski demikian, Syahganda belum memberikan pernyataan substantif mengenai langkah pemerintah untuk merespons persoalan tersebut. Dia juga belum menyampaikan apakah Presiden Prabowo Subianto akan memberikan tanggapan langsung.
“Mungkin nanti ini ada tanggapan dari pemerintah, OJK, Bursa dan yang terkait,” tandas Syahganda.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat sektor keuangan, termasuk anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Komite ini terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Sudah ada [pertemuan yang dijadwalkan]. Pokoknya hari ini, tempatnya ditentukan pada saat bertemu,” ujar Airlangga kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10/2026).




