Chandra Asri (TPIA) siapkan anggaran Rp 1 triliun untuk buyback saham tanpa RUPS

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berencana untuk melakukan pembelian kembali alias buyback saham dengan skema tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Advertisements

Melansir keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (19/10/2026), TPIA menyiapkan anggaran maksimal Rp 1 triliun. Ini termasuk biaya transaksi, biaya perantara perdagangan, dan biaya terkait lainnya sehubungan dengan transaksi buyback.

Jumlah saham yang akan dibeli kembali mencapai 0,92% atau sebesar 800 juta saham. Manajemen TPIA memastikan jumlah saham yang akan dibeli akan tetap memperhatikan free float. 

Advertisements

Ini Alasan BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7%

“Buyback saham akan dilakukan dengan harga serendah-rendahnya Rp 1.250 dan setinggi-tingginya Rp 3.000 per saham dengan tetap tunduk pada POJK No. 13 Tahun 2013,” tulis Manajemen TPIA. 

Merujuk hasil analisis laporan TPIA, pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kinerja operasional dan pendapatan TPIA karena Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang mencukupi. 

“Pelaksanaan transaksi buyback diharapkan dapat memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien serta mencerminkan kinerja TPIA melalui harga saham,” jelas Manajemen TPIA. 

Jika tidak ada aral melintang, buyback akan dilakukan selama tiga bulan mulai dari 20 Oktober 2026 sampai dengan 17 Januari 2027. Di mana, TPIA sudah menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas untuk mengeksekusi buyback saham ini. 

Ini Poin yang Akan Dibahas BEI dengan MSCI pada Senin (19/10) Sore

Manajemen TPIA menjelaskan buyback saham dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, meningkatkan kinerja saham sesuai dengan kondisi fundamental dan menjaga stabilisasi harga saham. 

“Buyback saham dilakukan sepenuhnya menggunakan kas internal TPIA. Oleh karena itu, buyback saham akan menyebabkan terjadinya pengalihan aset berupa kas menjadi saham treasuri,” jelas Manajemen TPIA. 

Advertisements

Also Read

Tags