Anak Hermanto Tanoko borong 13,57 juta saham AVIA, rogoh Rp4 miliar

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Direktur PT Avia Avian Tbk. (AVIA) Robert Christian Tanoko, tercatat melakukan aksi borong saham perseroan dalam tiga hari transaksi pada akhir Oktober hingga awal November 2026.

Advertisements

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anak pengusaha Hermanto Tanoko itu memborong sebanyak 13,57 juta saham AVIA pada periode 29 Oktober hingga 3 November 2026. Total nilai transaksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp4,03 miliar.

Aksi pembelian pertama dilakukan pada 29 Oktober 2026 sebanyak 7 juta saham. Transaksi tersebut terdiri dari pembelian 2 juta saham pada harga Rp298 per saham dan 5 juta saham pada harga Rp296 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham pada tanggal tersebut mencapai Rp2,07 miliar.

Advertisements

Selanjutnya, pada 30 Oktober 2026, Robert kembali membeli sebanyak 4,57 juta saham AVIA. 

Rinciannya, sebanyak 3 juta saham dibeli pada harga Rp298 per saham dan 1,57 juta saham pada harga Rp296 per saham. Total nilai transaksi pada 30 Oktober 2026 mencapai sekitar Rp1,36 miliar.

Aksi borong saham berlanjut pada 3 November 2026. Robert kembali mengakumulasi sebanyak 2 juta saham AVIA, masing-masing 1 juta saham pada harga Rp298 dan Rp296 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp594 juta.

Seluruh transaksi pembelian saham tersebut dilakukan secara langsung dan memiliki tujuan investasi. “Tujuan transkasi adalah investasi,” tulis Robert dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (5/11/2026).

Seiring dengan aksi akumulasi tersebut, kepemilikan saham Robert di AVIA meningkat dari sebelumnya sebanyak 1.44 miliar saham menjadi 1.45 miliar saham.

Porsi hak suara Robert juga bertambah dari 2,3302% menjadi 2,3521%. Kendati demikian, dalam laporan kepemilikan saham tersebut, Robert tercatat bukan sebagai pemegang saham pengendali perseroan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read