IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
MSCI menghapus enam saham Indonesia dari Global Standard Index, termasuk AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT, yang berdampak negatif pada pergerakan IHSG.
Indeks LQ45 menguat 1,01% setelah rebalancing dengan CUAN dan DEWA memimpin. Perubahan efektif 4 Mei 2026, fokus pada kriteria High Shareholding Concentration.
IHSG diprediksi menguat pada 23 Februari 2026, dengan saham IMPC, ARCI, dan VKTR direkomendasikan BRI Danareksa. Sentimen positif dari komunikasi OJK dan BEI.
S&P akan melanjutkan rebalancing saham Indonesia pada Maret 2026, berbeda dengan MSCI dan FTSE Russell yang menangguhkan peninjauan karena isu transparansi.