
BANYU POS JAKARTA — Saham perusahaan keamanan siber dunia anjlok tajam di bursa saham Amerika Serikat setelah Anthropic meluncurkan solusi keamanan baru berbasis kecerdasan artifisial (AI) bernama Claude Code Security.
Perusahaan AI asal Amerika Serikat itu mengklaim mampu menemukan dan menambal kerentanan perangkat lunak secara otonom.
Sentimen negatif langsung muncul di kalangan investor. Kekhawatiran utama berkisar pada potensi tergerusnya pangsa pasar penyedia keamanan siber tradisional.
: Nvidia Beli Saham Intel Senilai Rp83,45 triliun, Pengembangan Cip Baru Dimulai
Data pasar menunjukkan penurunan tajam pada sejumlah saham perusahaan keamanan siber cloud-native. Saham JFrog tercatat anjlok hingga 24%. Okta Inc. turun 9,2% dan Sailpoint Inc. melemah 9,1%. GitLab terkoreksi lebih dari 8 persen.
CrowdStrike Holdings Inc. ditutup melemah di kisaran 6,8% hingga hampir 8%. Cloudflare Inc. turun antara 6,7% hingga sedikit di atas 8%. Zscaler Inc. terkoreksi 3,5%. Sementara Rubrik Inc. dan Palo Alto Networks juga mencatatkan penurunan tajam, dilansir dari Gizmodo, Senin (23/2/2026).
: : TikTok Akhirnya Lepas Saham ke AS, Gandeng Oracle Bikin Perusahaan Gabungan
Tekanan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor atas prospek margin dan keberlanjutan model bisnis keamanan siber konvensional. Claude Code Security dinilai berpotensi mengurangi nilai jangka panjang paket keamanan perusahaan.
Pasar melihat adanya perubahan pendekatan dari pemantauan reaktif menuju perbaikan otomatis yang bersifat proaktif. Pola volatilitas serupa sebelumnya terjadi pada penyedia perangkat lunak hukum dan perusahaan pendidikan ketika alternatif berbasis AI muncul.
: : Perusahaan Keamanan Siber F5 Alami Peretasan, Penjualan Terganggu Saham Anjlok
Secara tradisional, pengamanan perangkat lunak dilakukan melalui alat analisis statis yang memindai kode berdasarkan basis data aturan kerentanan. Sistem ini membandingkan setiap potongan kode dengan definisi ancaman yang telah ditetapkan.
Keterbatasannya terletak pada ketidakmampuan mencakup seluruh variasi eksploitasi. Akibatnya, sejumlah celah keamanan dapat terlewat.
Pihak Anthropic menyatakan Claude Code Security dibangun sebagai alternatif yang lebih efektif. Perusahaan menyebut alat tersebut tidak bergantung pada aturan statis. Sistem ini dirancang untuk menganalisis kode menyerupai pendekatan peneliti keamanan manusia. Teknologi ini memetakan interaksi antar-komponen aplikasi dan melacak pergerakan data untuk mengidentifikasi titik lemah.
“Alat ini memindai basis kode untuk mencari kerentanan keamanan dan menyarankan tambalan perangkat lunak yang ditargetkan untuk ditinjau manusia, memungkinkan tim menemukan dan memperbaiki masalah keamanan yang sering terlewatkan oleh metode tradisional,” kata Anthropic dalam pernyataan resminya.




