BANYU POS JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi setelah reliselama sembilan hari berturut-turut.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG melemah 0,09% ke level 6.334,47 pada penutupan perdagangan, Rabu (22/7/2026).
Indeks tertekan pelemahan empat indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah transportasi 1,73%, disusul kesehatan 1,09%, infrastruktur 0,46% dan sektor barang baku 0,26%.
IHSG Melesat 4,24% ke 6.175, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Sepekan Terakhir
Adapun sektor lainnya yang menguat yaitu teknologi 1,58%, barang konsumer primer 0,78%, properti dan real estate 0,68%, perindustrian 0,63%, barang konsumer non primer 0,47%, energi 0,22% dan keuangan 0,18%.
Total volume perdagangan saham di BEI pada Rabu mencapai 46,06 miliar dengan nilai transaksi Rp 18,36 triliun.
Ada sebanyak 340 saham yang melemah jadi pemberat IHSG, sementara 272 saham lainnya menguat, 184 saham stagnan.
Di tengah koreksi IHSG, asing juga mencatatkan net sell jumbo sebesar Rp 920,34 miliar di seluruh pasar.
Kendati begitu, saham-saham ini banyak diborong asing saat IHSG terkoreksi.
IHSG Menguat 7 Hari Berturut-turut, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan
Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu:
1. PT Timah Tbk (TINS) Rp 55,52 miliar
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 48,94 miliar
3. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp 44,49 miliar
4. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Rp 32,88 miliar
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 27,27 miliar
6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 22,18 miliar
7. PT Bank Centarl Asia Tbk (BBCA) Rp 17,94 miliar
8. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 15,36 miliar
9. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 15,34 miliar
10. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 13,98 miliar
TINS Chart by TradingView




