Raup laba Rp 2,65 triliun, PTBA buka peluang buyback saham

Hikma Lia

 

BANYU POS – – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), membuka peluang untuk melakukan aksi korporasi melalui pembelian kembali saham atau share buyback di tengah dinamika pasar saham domestik maupun global.

Advertisements

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, manajemen tengah mengkaji berbagai strategi korporasi dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi, perkembangan industri energi, hingga dinamika pasar modal.

Ia mengatakan, kajian tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam menjaga stabilitas nilai perusahaan serta memberikan perlindungan dan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham (shareholders) dan pemangku kepentingan (stakeholders).

Advertisements

“Kami memahami pentingnya merespons dinamika pasar secara bijak. Saat ini, Manajemen PTBA tengah melakukan kajian mendalam atas berbagai opsi strategis, termasuk potensi buyback saham, untuk memastikan setiap keputusan yang diambil senantiasa berlandaskan pada prinsip kehati-hatian yang terukur, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta kerangka regulasi yang berlaku,” ujar Eko dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (25/10).

Eko mengatakan, setiap pertimbangan yang diambil akan memperhatikan aspek likuiditas, kebutuhan modal kerja, serta pemenuhan rencana pengembangan bisnis jangka panjang Perseroan.

Ia menyebut, fokus utama PTBA tetap pada menjaga kinerja operasional yang solid, efisiensi biaya, serta keberlanjutan agenda transformasi dan terwujudnya kedaulatan sektor energi nasional.

“Apabila dari hasil kajian mendalam tersebut Manajemen memutuskan untuk mengeksekusi rencana buyback saham atau tindakan korporasi strategis lainnya, PTBA akan segera menyampaikan keterbukaan informasi (information disclosure) sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, PTBA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,65 triliun, melonjak 218 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Pada periode yang sama, pendapatan perseroan mencapai Rp 22,03 triliun atau tumbuh 8 persen dibandingkan semester I tahun sebelumnya.

Peningkatan kinerja tersebut ditopang pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.

Dari sisi operasional, PTBA mencatat produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton sepanjang semester I 2026. Sementara itu, volume penjualan mencapai 21,10 juta ton.

Penjualan ekspor tercatat sebesar 10,33 juta ton atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun penjualan domestik mencapai 10,77 juta ton, setara sekitar 51 persen dari total penjualan perseroan. Pasar domestik tetap menjadi prioritas PTBA untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi dan menjaga ketahanan energi nasional.

Advertisements

Also Read

Tags