Bisnis Non-Batubara Melesat, Kinerja TOBA Tumbuh Pesat di Kuartal III-2026

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA — PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) terus memperkuat komitmen dan langkah strategisnya dalam menggeser fokus bisnis utama dari sektor pertambangan batubara tradisional menuju portofolio hijau dan berkelanjutan. Berdasarkan laporan kinerja keuangan dan operasional sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, perseroan mencatatkan akselerasi yang signifikan dari lini bisnis non-batubara, yang mencakup sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, hingga ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Advertisements

Langkah transformasi hijau yang dijalankan oleh TOBA tidak hanya sekadar wacana atau proyek percontohan, melainkan telah menjadi pilar utama dalam mendongkrak kinerja keuangan perseroan. Hal ini terbukti dari kontribusi dominan sektor-sektor non-batubara yang semakin besar terhadap pendapatan konsolidasian dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan (adjusted EBITDA) hingga periode September 2026.

Dominasi Sektor Pengelolaan Limbah dalam Pendapatan Perseroan

Advertisements

Di antara berbagai lini bisnis non-batubara yang dikembangkan oleh PT TBS Energi Utama Tbk, segmen pengelolaan limbah mencatatkan performa paling menonjol dan menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi perseroan hingga kuartal ketiga tahun 2026. Sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun ini, bisnis pengelolaan limbah berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 157,3 juta.

Capaian pendapatan bisnis pengelolaan limbah tersebut mencerminkan pertumbuhan yang sangat pesat, yakni melonjak hingga 41% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/YoY). Peningkatan signifikan ini didorong oleh perluasan cakupan operasional serta volume sampah dan limbah yang berhasil dikelola oleh perseroan di berbagai wilayah operasionalnya.

Secara operasional, hingga akhir September 2026, bisnis pengelolaan limbah TOBA mencatatkan volume pengumpulan limbah mencapai 755.990 ton. Jumlah tersebut berasal dari layanan pengelolaan limbah yang mencakup jangkauan sangat luas, di mana perseroan telah melayani lebih dari 470.000 rumah tangga serta berbagai pelaku usaha yang tersebar di wilayah Indonesia dan Singapura.

Operasi bisnis pengelolaan limbah TOBA di tingkat regional juga ditopang secara kuat melalui anak usahanya, yaitu Cora Environment. Di Singapura, Cora Environment terlibat secara aktif dalam pelaksanaan skema pengembalian wadah minuman (beverage container return scheme). Melalui skema pengembalian wadah ini, anak usaha TOBA tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 30 juta wadah minuman hingga akhir September 2026, yang mengukuhkan posisi perusahaan dalam rantai daur ulang kawasan.

Akselerasi Eksponensial Segmen Kendaraan Listrik Melalui Electrum

Selain bisnis pengelolaan limbah, segmen kendaraan listrik yang dijalankan oleh TOBA melalui Electrum juga menunjukkan lonjakan kinerja yang sangat signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Bisnis kendaraan listrik ini mencatatkan perolehan pendapatan sebesar US$ 12,9 juta, yang berarti mengalami pertumbuhan fantastis mencapai 120% secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan pendapatan yang tinggi tersebut diimbangi dengan perbaikan profitabilitas pada tingkat operasional dasar. Segmen kendaraan listrik Electrum berhasil membukukan laba kotor sebesar US$ 1,2 juta pada periode yang sama, menandakan bahwa skala ekonomi dari ekosistem motor listrik yang dibangun perseroan semakin solid dan efisien.

Perkembangan operasional Electrum hingga tanggal 30 September 2026 menunjukkan peningkatan populasi armada yang sangat pesat. Saat ini, terdapat lebih dari 14.000 unit motor listrik Electrum yang telah beroperasi secara aktif di jalanan. Angka populasi armada ini melonjak sebesar 115% apabila dibandingkan dengan jumlah armada pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk mendukung keandalan operasional armada motor listrik yang terus bertambah pesat tersebut, kesiapan infrastruktur penunjang juga dipacu secara simultan. TOBA dan Electrum telah membangun serta mengoperasikan sebanyak 701 unit stasiun penukaran baterai (battery swapping station) yang tersebar di berbagai titik strategis.

Keberadaan infrastruktur yang semakin merata mendorong penggunaan motor listrik yang sangat masif oleh para penggunanya. Selama rentang waktu Januari hingga September 2026, total jarak tempuh yang dialami oleh para pengguna motor listrik Electrum telah mencapai 244 juta kilometer. Intensitas penggunaan kendaraan listrik ini juga tercermin dari tingginya aktivitas penukaran baterai, di mana tercatat terjadi lebih dari 1,8 juta kali transaksi penukaran baterai setiap bulannya secara rata-rata.

Pengembangan Portofolio Energi Terbarukan yang Handal

Sektor energi terbarukan turut memegang peranan penting dalam portofolio bisnis berkelanjutan milik PT TBS Energi Utama Tbk. Dalam segmen pembangkitan listrik berbasis energi bersih, TOBA telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Sumberjaya yang berlokasi di Lampung. Pembangkit listrik hidro ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 6 megawatt (MW).

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, PLTMH Sumberjaya mampu menunjukkan performa operasional yang sangat andal dengan menghasilkan total daya listrik mencapai 20,8 gigawatt hour (GWh). Tingkat ketersediaan operasional (availability factor) pembangkit mikrohidro ini berada pada level yang sangat tinggi, yaitu mencapai 97%, yang menjamin pasokan energi bersih secara stabil.

Tidak berhenti pada aset mikrohidro yang sudah beroperasi, perseroan juga terus melanjutkan pengerjaan proyek strategis lainnya di sektor energi surya. TOBA saat ini tengah menyelesaikan tahap pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung dengan kapasitas mencapai 46 megawatt peak (MWp). Proyek energi surya terapung skala besar ini ditargetkan dapat memulai tahap operasi komersial (commercial operation date/COD) pada kuartal IV tahun 2026.

Struktur Kontribusi Pendapatan dan Performa Konsolidasi

Keberhasilan eksekusi berbagai proyek hijau ini secara mendasar mengubah profil keuangan PT TBS Energi Utama Tbk. Secara kolektif, dua segmen utama bisnis hijau perseroan—yakni pengelolaan limbah dan kendaraan listrik—telah memberikan kontribusi sebesar 66% terhadap total pendapatan konsolidasian TOBA sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.

Tidak hanya mendominasi top line atau pendapatan, kontribusi lini bisnis berkelanjutan tersebut juga mendominasi bottom line sebelum penyusutan. Segmen pengelolaan limbah dan kendaraan listrik tercatat menyumbang sebesar 71% terhadap adjusted EBITDA konsolidasian perseroan selama periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2026. Data ini mengonfirmasi status TOBA sebagai outlier atau pengecualian di antara emiten pertambangan batubara lainnya, mengingat lini bisnis non-batubara kini telah menjadi tulang punggung utama perusahaan.

Secara total konsolidasian seluruh grup, PT TBS Energi Utama Tbk berhasil meraup total pendapatan sebesar US$ 257,3 juta hingga kuartal III-2026. Laba kotor konsolidasian perseroan melonjak tajam hingga 105% YoY menjadi US$ 45,2 juta. Sementara itu, nilai adjusted EBITDA konsolidasian perseroan juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 39% secara tahunan menjadi US$ 44,4 juta hingga September 2026.

Seiring dengan lonjakan laba kotor dan peningkatan EBITDA yang disesuaikan, kinerja bottom line perseroan mencatatkan pemulihan yang signifikan. Meskipun TOBA masih mencatatkan rugi bersih konsolidasian sebesar US$ 35,4 juta pada periode Januari–September 2026, angka kerugian bersih tersebut berhasil dipangkas secara substansial. Rugi bersih perseroan menyusut sebesar 72% jika dibandingkan dengan nilai rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arah Strategis Transformasi dan Restrukturisasi Bisnis

Direktur & Chief Financial Officer TBS Energi Utama, Juli Oktarina, menjelaskan bahwa seluruh pencapaian operasional dan keuangan hingga September 2026 merupakan bukti nyata dari keberhasilan strategi transformasi jangka panjang yang tengah dijalankan perusahaan. Menurutnya, investasi masif pada infrastruktur berkelanjutan mulai memberikan hasil berupa pendapatan berkualitas tinggi dan imbal hasil finansial yang positif.

“Meskipun terdapat berbagai tantangan, kami dapat mencatatkan peningkatan pada laba kotor serta EBITDA yang disesuaikan serta penyusutan rugi bersih yang menunjukkan kami mulai menuai imbal hasil finansial,” papar Juli Oktarina dalam pemaparannya pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Proses transformasi perseroan menuju emiten berorientasi hijau ini juga didukung oleh langkah-langkah penataan struktur internal dan pengelolaan portofolio anak usaha. Dalam koridor tersebut, TBS Energi Utama menjalankan restrukturisasi anak usaha dengan nilai transaksi yang mencapai S$ 138,19 juta. Restrukturisasi ini ditujukan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan memperkuat struktur modal dalam mendukung ekspansi energi bersih.

Manajemen TOBA berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan bisnis non-batubara ini ke depan. Perseroan berfokus untuk memperbesar skala bisnis infrastruktur berkelanjutan tidak hanya di pasar domestik Indonesia, tetapi juga di pasar regional kawasan Asia.

“Kami berupaya untuk melanjutkan transformasi kami seiring terus memperbesar bisnis infrastruktur berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia, sementara pada saat yang sama,” tegas Juli Oktarina menekankan arah dan prioritas strategis perseroan dalam melangkah ke depan.

Advertisements

Also Read

Tags