Bank Indonesia melonggarkan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) untuk mendorong penyaluran kredit, meski pertumbuhan kredit tetap bergantung pada kondisi ekonomi.
Pada April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,4% YoY, didorong oleh kredit korporasi dan investasi, meski kredit UMKM masih lemah dengan pertumbuhan hanya 0,2% YoY.
BI menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25%, menahan prospek perbankan. Meski ekonomi domestik kuat, tekanan global dan perlambatan kredit membatasi pertumbuhan.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, IHSG terkoreksi 0,11% ke 8.677. Meski bullish, momentum IHSG melambat dengan proyeksi konsolidasi jangka pendek.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.